Saturday, April 6, 2013

Beberapa hasil rajutan pola Crochet si Nenek

Waktu pertama kali mendengar nama pola ini, aneh dan lucu juga ya, yaitu Granny alias "nenek". Saya tidak tau kenapa namanya seperti itu. Mungkin karena salah satu model jadul dari jaman dahulu kala kali ya. Yang jelas, pola ini gampang dibuatnya, bisa dipadu padankan dengan macam-macam warna dan bisa dijadikan macam-macam. 

Hasil rajutan dengan motif Granny. Benang yang saya pakai di sini adalah benang Minlon, tebal dan besar, jadi hasilnya pun besar. Blackberry saya saja kalah besar :D
  

Rajutan dengan motif Granny yang saya buat di atas, saya buat dengan benang Minlon yang cukup tebal. Awalnya, saya mau buat syal, tapi ternyata hasilnya besar banget. Mau buat semacam syal dengan kancing untuk menutupi bagian pundak dan dada saja, tapi saya kok gak yakin kalau hasilnya akan bagus. Jadi untuk sementara, saya diamkan dulu. 

Rajutan motif granny ini bisa dibuat dengan macam-macam ukuran. Ukuran mini, misalnya kalau menggunakan benang sulam (jarumnya juga pasti kecil), bisa dijadikan bandul kalung. Saya ingin sekali buatnya, kayaknya lucu deh. Sudah mulai bongkar-bongkar benang sulam saya dan mencuci sebagian yang kotor karena saya tidak memasukkan ke dalam boks khusus benang sulam. Nanti kalau sudah jadi, saya tampilkan di sini. 

Ada juga rajutan motif granny yang sedang saya rencanakan untuk menjadi blus. Warnanya pink dan ungu, kalau buat saya, warnanya manis dan girly banget. Tapi, nanti dulu ya, karena saya kehabisan benangnya, dan sewaktu ke tokonya untuk membeli benang yang sama, benangnya juga tidak ada, karena Jakarta beberapa waktu lalu hujan lebat selama dua minggu, tidak ada yang mengantar barang, demikian kata yang punya toko. 

Granny dari benang katun, saya mau buat syal atau blus. 
Polanya menyusul yah, karena kerjaan buanyak banget dan semuanya deadline nya dekat ....

No comments:

Post a Comment

Post a Comment